Atlet Pencak Silat Indonesia Gondol Empat Emas di Belgia

Prestasi apik ditorehkan atlet-atlet Pencak Silat Indonesia di ajang “20th Belgian Pencak Silat Championship 2015” di Kota Schoten, Antwerpen, Belgia. Empat medali emas serta tiga perak dan perunggu berhasil digondol atlet Pencak Silat Indonesia.

Counsellor KBRI Brussel, Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Selasa, mengatakan bahwa kejuaraan ini diikuti sebanyak 150 atlet Pencak Silat dari 11 negara yang berlangsung selama dua hari pada akhir pekan kemarin.
Empat medali emas yang diraih Indonesia, di antaranya disumbangkan oleh Alih Yutikananda di kelas A Putri, Indah Fitri Wijaya (Kelas C Putri), serta M. Riski Adiwijaya untuk Kelas G Putra.
Sementara itu, Ketua Tapak Suci Indonesia M. Afnan Zamhari yang turut hadir mendampingi para atlet Indonesia menyampaikan kebahagiaannya atas perolehan medali yang diraih atlet Indonesia. Bahkan seorang atlet, Hidayatul Arham mendapat piala khusus sebagai pemain Pencak Silat berbakat dan menerima piala emas untuk kelas A Putra.
Pertandingan Pencak Silat menjadi ajang kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Presiden Bond Pencak Silat Belgie (BPSB), Ludo Pieters yang dikenal juga sebagai “Harimau Bongkot”.
Ludo Pieters melanjutkan klub BPSB yang telah didirikan ayahnya sejak 33 tahun yang lalu. Tahun ini, Indonesia diwakili  12 atlet dan tiga pelatih yang berasal dari berbagai perguruan Pencak Silat Tapak Suci di beberapa kota/provinsi di Indonesia.
Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Brussel Ignacio Kristanyo Hardojo mengatakan pencak silat adalah merupakan warisan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan perdamaian. Untuk itu, diharapkan seluruh atlet yang hadir dapat memiliki semangat yang sama.
Dalam sambutannya, Ludo Pieters menyampaikan  dari tahun ke tahun terdapat partisipasi atlet Pencak Silat dari negara baru. Tahun ini, untuk pertama kalinya Australia ikut dalam pertandingan ini.
Selama ini, sebagian besar atlet pencak silat berasal dari Eropa antara lain Belgia, Belanda, Prancis, Jerman dan Inggris. Pernyataan Ludo Pieters dibenarkan pelatih Tim Nasional Pencak Silat yang juga hadir dalam pertandingan ini, Indro Catur Haryono.
Menurut Indro, Indonesia tidak selalu hadir setiap tahunnya dalam ajang pertandingan ini. Tercatat pertandingan serupa yang pernah diikuti tim dari Indonesia adalah pada tahun 2006 dan 2013.
Menurut Ignacio Kristanyo Hardojo, kompetisi di Belgia  diikuti setiap tahunnya oleh Indonesia. Selain untuk menambah pengalaman, wawasan dan jejaring bagi para atlet Indonesia di Eropa, Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya yang justru harus benar-benar ditonjolkan oleh atlet Indonesia sendiri terutama di berbagai ajang kompetisi di luar negeri.
Sumber: Metrotvnews
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s