Ribuan Pesilat Unjuk Jurus di Malioboro

Ribuan pesilat dari berbagai perguruan di Indonesia unjuk kebolehan jurus silat di Malioboro, Yogyakarta, Minggu (20/8/2017). Mereka mengikuti Pawai Raya Pencak Silat.

Sebelumnya para pesilat itu telah mengikuti berbagai acara yang digelar Pentjak Malioboro Festival (PMF) 2017 mulai tanggal 18 Agustus hingga hari ini. Mereka datang dari berbagai perguruan silat seperti dari Sumatera Barat, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Kalimantan Sekatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Sekitar 6 ribu pesilat dari 70 perguruan unjuk jurus masing-masing perguruan di sepanjang Jl Malioboro hingga titik nol kilometer. Mereka tampil dengan berbagai seragam atau pakaian perguruan masing-masing. Para pesilat tua dan muda unjuk jurus silat secara berkelompok maupun perseorangan. Berbagai permainan senjata tajam seperti pedang, belati, golok, trisula, pisau karambit hingga tongkat/toya juga dimainkan.

Permainan jurus dan senjata itu menarik para wisatawan dan warga masyarakat yang menonton di sepanjang Malioboro. Ketika sampai di panggung kehormatan, masing-masing kelompok diberikan waktu sekitar 8 menit untuk memperagakan jurus silat masing-masing.

“Tiap perguruan, panitia membatasi jumlah pesilat yang ikut pawai. Waktu tampil juga dibatasi,” kata Yosi salah satu panitia dari Tantungan Project disela-sela acara.

Yang menarik dari acara itu, selain pesilat dari Indonesia ada tiga orang pesilat dari Amerika Serikat. Mereka mengenakan pakaian silat ala Sunda.

Ketiga orang tersebut tergabung dalam Paguron Pencak Silat Mande Muda Indonesia dari Bandung, Jawa Barat. Mereka mengenakan pakaian silat warna hitam, kain batik penutup dipinggang dan ikat kepala bermotif batik. Mereka membawa senjata tongkat dan golok.

Beberapa jurus silat yang telah dikuasainya ditunjukkan di hadapan tamu undangan. Tepuk tangan dari para penonton dan tamu undangan, seusai mereka melakukan atraksi jurus silat.

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X itu dikahir dengan pertunjukkan koreografi silat-tari. Koreografi yang memadukan unsur seni tari dengan silat itu bertajuk Krida Wira Budaya.

Salah satu panitia Whani Darmawan menambahkan sebanyak 50 penari dan 50 pesilat dari perguruan silat tapak Suci dan Persinas Asad yang terlibat pertunjukkan silat-tari itu.

“100 orang yang tampil menggabungan dua cabang ilmu gerak yakni silat dan tari. Koreografi digarap Kinanti Sekar Rahina, penata musik Moeng Mulyadi Cahyoraharjo. Kmeudian pimpinan pemusik Fajar Agung Pambudi,” kata Whani.

Detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s